Talk Show "Cegah Faham Radikalisme" Bersama Exnapiter di Desa Morang

featured image

Polres Madiun - Guna mencegah timbulnya faham Radikalisme di sekitar kita, Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo melalui personel Polsek Kare melaksanakan pengamanan Talk Show dengan narasumber ExNapiter (Mantan Napi Terroris) di Desa Morang Kecamatan Kare. Rabu (2/3/2022)


Bertempatkan di MI Plus Miftakul Ulum Desa Morang  Kecamatan Kare telah dilaksanakan kegiatan Talk Show dengan tema "Modernisasi Beragama meningkatkan peran Toga, Tomas dan Penyuluh Agama Islam Dalam Pencegahan Paham Radikalisme". Talk Show tersebut di selenggarakan oleh Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Kare dengan Ketua H. SUROTO dengan narasumber KHOIRUL IKHWAN (Exnapiter).


Dijelaskan bahwa narasumber KHOIRUL IKHWAN, 44 Th, alias Irul alias Haru alias Kokoh alias Agus Alamat asal : Ds. Sidomulyo Kec. Wonoasri Kab. Madiun, Ditangkap di Bekasi sekitar tahun 2013 atas kasus terorisme karena perakitan senjata api dan dibebaskan pada 25 agustus 2017, saat ini yang bersangkutan kerja dan berdomisili di Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Jateng.


Hadir dalam giat Talk Show tersebut, diantaranya:
1. Ketua FKPAI Kab. Madiun MAHBUBY ALY
2. Kapolsek Kare diwakili Waka Polsek IPTU SUPRIYONO
3. Danramil Kare diwakili Bataud
4. Camat Kare diwakili Kasi Trantib MAULAN
5. Kades Morang SUPRIANTO
6. Ketua BPD Morang MUJIANTO
7. Ketua MWC NU / Ketua FKPAI Kare H. SUROTO
8. Narasumber Talk Show Exnapiter KHOIRUL IKHWAN
9. Deklarasi Anti Radikalisme oleh peserta yang hadir.


Narasumber menjelaskan, awalnya faham radikalisme itu terjadi tanpa disadari dan hanya mempelajari ajaran agama. Ilmu agama yang dipelajari tanpa guru dan hanya melalui buku dan internet itu sangat berbahaya, jelas Khoirul Ikhwan.


Khoirul Ikhwan menjelaskan, beberapa tahapan menjadi terorisme diawali dengan :
1. intoleran membid'ahkan dan mengharamkan faham lain.
2. radikal mengajak mengubah faham ideologi negara
3. Teroris mengajak untuk melawan negara


Khoirul Ikhwan menceritakan perjalanan hidupnya selama menjadi teroris mulai tahun 2008 sampai dengan tertangkap oleh densus 88 pada tahun 2013 dan dibebaskan pada tahun 2017. Penyesalan sebagai seorang teroris karena telah terjerumus kejalan yang salah yang menjauhi keluarga bahkan mengkafirkan kedua orang tua.


Selanjutnya selesai kegiatan dengan diakhiri deklarasi Anti Faham Radikal oleh peserta talk show bersama undangan. Giat dimaksud merupakan bentuk program deradikalisasi di Kec. Kare yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kec. Kare. Dilakukan pemantauan dan pengamanan terbuka dan tertutup oleh Polsek Kare dan diback up oleh Satintelkam Polres Madiun. (Opr_kr)

0 Komentar