Selayang Pandang AKBP Suryono: Peraih Predikat “Cumlaude” di PTIK dan Menjadi Perwira Harus Serba Bisa (5)

featured image
Surabaya (Tribratanews.jatim.polri.go.id) – Kiprah AKBP Suryono dalam meniti karier di Kepolisian Alhamdulillah mulus, hingga berhahsil masuk PTIK Bulan Juli 2009, ini merupakan awal mula saya dan para mahasiwa PTIK angkatan LV memulai kegiatan kampus.



Diawali dengan management training selama satu minggu di lanjutkan kegiatan out ward bound selama 5 hari didaerah Ciampea Bogor. Selesai out ward bound saya dan para mahasiswa mengikuti acara tradisi untuk pengukuhan sebagai mahasiswa PTIK.

 

Pada akhirnya awal bulan Agustus,  secara resmi saya menjadi mahasiswa PTIK angkatan LV. Sampai saat ini sudah 6 bulan lamanya saya menjalani pendidikan di PTIK dan mengambil jurusan Gakkum (Penegakan hukum).

Di Jakarta selama mengikuti pendidikan, saya tinggal di flat B lingkungan kampus PTIK. Namun di luar kampus tepatnya di Jalan Fatmawati, saya mengkontrak rumah untuk tinggal anak dan istri. Sehingga pada waktu-waktu senggang saya dapat pulang bertemu dengan keluarga.

 

Saya menjalankan tugas belajar di PTIK dengan sungguh-sungguh, namun di sisi lain saya juga tidak ingin kehilangan momen-momen penting dalam kehidupan pribadi saya untuk tetap bertemu dengan keluarga saya tercinta dan menjalani kebersamaan dengannya.

 

Untuk itu, saya berupaya dapat menjalankannya dengan seimbang. Lulus PTIK Selama 13 bulan, saya menjalani proses belaja mengajar di kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta bersama 150 mahasiswa lainnya.

 

Ada dua bidang penjurusan di PTIK, yakni jurusan Gakum dan Binkam, saya memilih Gakum karena sesuai dengan tugas-tugas saya sebelum masuk PTIK, yaitu di bidang Peneggakan hukum.

 

Dengan memilih program bidang peneggakan hokum, saya berharap bisa mengikuti dengan baik karena memang sebelumnya sudah setiap hari dilaksanakan ketika melaksanakan dinas. Alhamdulillah waktu demi waktu dapat saya lalui dengan baik.

 

Diakhir pendidikan saya diumumkan mendapat predikat cumlaude dan menempati rengking 10 besar PTIK tahun 2010.

 

Bagi para peserta didik diberikan semacam angket untuk mengisi 2 tempat tugas yang diinginkan, saat itu saya mengisi Jatim dan Kaltim (Kalimantan Timur). Alasan saya memilih 2 tempat tersebut, yaitu Jawa Timur (Jatim) merupakan tanah lahir saya yang tentunya karakter dan kondisi masyarakatnya saya sudah tahu.

 

Harapannya ketika melaksanakan dinas tidak mengalami hambatan. Sedangkan Kaltim saya pilih karena pada tahun 1998 saya pernah mengikuti pendidikan kejuruan bintara Intelijen di Balikpapan, suasananya enak dan juga suasana masyarakatnya baik.

Masuk Polda Kaltim Prosesi penempatan pada setiap level pendidikan memang sangat mendebarkan dan penuh dengan misteri dari bagian SDM Polri. Begitu juga yang terjadi saat angkatan saya lulus dari PTIK.

 

Setiap wisudawan dipanggil bersama istri tercinta naik di atas panggung, setelah beberapa pasang barulah diumumkan per orang. Suatu ketika saya mendapatkan giliran dipanggil untuk naik keatas panggung bersama dengan istri, dan saat dibacakan Alhamdulillah saya di tempat di Polda Kaltim.

 

Rasa senang pun menyelimuti hati saya sekeluarga karena dapat penempatan sesuai dengan keinginan yaitu di Kaltim. Saya pun di-tempat-kan di Polda Kaltim tidak sendirian, melaikan Bersama sama dengan teman seangkatan yang berjumlah 5 orang.

Rekan saya yang juga di tempatkan di Kalimantan Timur yaitu AKP Yovan Fatika, AKP Sigit Harimbawan, AKP Guruh Candra, AKP Belni Warlansyah dan Iptu Budi Setiyawan.

 

Waktu selesai penempatan pendidikan memang bertepatan dengan hari-hari terakhir bulan Ramadhan, sehingga setelah selesai semua lulusan PTIK langsung melaksanakan cuti pendidikan dan juga lebaran Idul Fitri saat itu.

 

Penghadapan ke Polda Kaltim di hari kedua Idul Fitri, saya harus sudah berangkat dari kampung halaman untuk menghadap ke Polda Kaltim bersama-sama teman seangkatan. Saya berangkat sambil bernostalgia lewat Banjarmasin. dimana kota yang membuat saya menjadi Polisi.

 

Sesampainya di Bandara Syamsudin Noor, saya meneruskan perjalanan ke Kabupaten Tabalong, Kota dimana saya pernah tinggal lama di sana. Perjalanan menuju ke Tabalong ditempuh kurang lebih 6 jam menggunakan mobil.

 

Sempat bermalam sehari saya langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Balikpapan juga dengan menggunakan mobil. Semua teman seangkatan sudah kumpul dan saya ber-6 pun keesokan harinya langsung menghadap ke Biro SDM Polda Kaltim dan diterima oleh Karo SDM.

 

Setelah menghadap ke Kapolda Kaltim Irjen Matius Salempang, saya ke 6 lulusan PTIK tidak langsung di tempatkan di fungsifungsi Kepolisian, melainkan diperintahkan untuk melakukan orientasi lingkungan Polda Kaltim selama kurang lebih 2 bulan lamanya.

 

  1. Kasi Rendalops Subdit Binops Dit Polair Polda Kaltim Setelah menunggu beberapa lama akhirnya perjalanan awal karier saya berdinas di Kaltim ditempatkan di Direktorat Polair Polda Kaltim dengan jabatan PS Kasi Rendal Ops Subdit Binops Polda Kaltim.


 

Fungsi Rendal Ops mempunyai tugas sebagai perencanaan dan juga pengendalian segala kegiatan operasional di Direktorat Polair. Operasional Kepolisian Perairan antara lain kegiatan patroli, sambang pulau, pengamanan obyek vital, pengawalan, penyelidikan di wilayah perairan dan juga penyidikan tindak pidana perairan.

Harus Serba Bisa

Menjadi perwira polisi memang harus serba bisa, dari sekian lama kedinasan saya kebanyakan adalah di fungsi operasional. Namun berbekal pernah menjadi Kaur Binops Sat Polair ketika di Batam saya tidak kesulitan untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai pejabat sementara Kasi Rendal Ops Dit Polair Polda Kaltim.

Mendapatkan tugas di Rendal Ops saya tidak terlalu lama dikarenakan ada salah satu fungsi operasional yaitu Kasi Tindak Subdit Gakum tinggal oleh pejabatnya, kemudian saya di-Sprint-kan untuk menduduki jabatan tersebut.

Mengisi waktu dengan berolah raga di belakang kantor ada tanah yang masih kosong dengan kondisi rata dan berumput tebal. Lalu saya berinisiatif untuk memanfaatkan lapangan tersebut sebagai tempat olah raga.

Bersama anggota yang banyak juga mempunyai hobi olah raga saya bahu membahu membuat lapangan tersebut menjadi lapangan Futsal terbuka. Sebagai Kasi Rendalops saya tergolong tidak terlalu sibuk ataupun tidak banyak pekerjaan.

Unuk itu, saya pergunakan waktu pada sore hari untuk berolah raga bersama anggota di tempat futsal yang kita buat secara bergotong royong dan kebetulan tempatnya tepat di depan rumah dinas saya. Setelah jadi lapangan futsal ternyata sangat banyak peminatnya untuk main bola dari para anggota, hampir setiap sore saya main bola Bersama-sama dengan anggota.

Direktur dan para pejabat Polair pun ikut main bola Karena kondisi lapangan futsal yang bagus banyak sekali orang dari luar juga ikut bermain di lapangan yang kami buat.  Misalnya dari klub Direktorat lain di polda seperti Sabhara,Lantas, Narkoba dan juga dari Kapal Polair Baharkam Polri juga ikut main bola.

Tidak hanya Direktur Polair, para kasubdit dan Kasi pun terkadang ikut mencari keringat dengan bermain futsal. Suatu kebanggaan tersendiri bisa membuat kegiatan yang bermanfaat untuk kesehatan orang banyak.

  1. Kasi Tindak Sudit Gakum Dit Polair Polda Kaltim Dengan berdasar Sprint Direktur Polair, saat itu saya langsung melaksanakan tugas sebagai Ps. Kasi Tindak Subdit Gakum sekaligus merangkap sebagai Kasubdit Gakum yang seharusnya berpangkat AKBP, namun saat itu masih belum terisi sambil menunggu Skep pengukuhannya.


 

Subdit Gakum merupakan bagian operasional khususnya di bidang penegakkan hukum tindak pidana di wilayah perairan. Subdit Gakum terdiri dari dua seksi yaitu Seksi Tindak yang di jabat oleh Kasi Tindak. idealnya berpangkat Kompol dan Seksi Lidik dijabat oleh Kasi Lidik idealnya berpangkat Kompol juga.

 

Dibawah masing-masing Kasi ada perwira-perwira Unit berpangkat Inspektur Polisi. Sehubungan dengan barunya struktur di Direktorat Polair, maka semuanya masih belum terisi, sehingga untuk sementara saya dengan kemampuan yang pas pasan di Kepolisian Perairan mengisi dan mengendalikan Subdit Gakum Polair Polda Kaltim.

 

Ujung tombak Penegakkan Hukum tugas dan tanggung jawab dari Subdit Gakum Dit Polair yaitu melaksanakan fungsi penegakkan hukum di wilayah perairan. Dalam hal ini Subdit Gakum di bagi menjadi dua seksi yaitu :  Petama Seksi Lidik, melakukan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan terhadap masyarakat khususnya di wilayah pantai dan perairan. Kedua, Seksi Tindak, yang tugasnya melakukan penindakan atau sebagai fungsi Represif atau penenggakan hukum terhadap tindak pidana di wilayah perairan.

 

Tangkap kapal pertamina sebagai yang dituakan di Subdit Gakum, saya memimpin 2 Seksi sekaligus, baik seksi lidik maupun seksi tindak. Sesekali memimpin proses penyidikan dan administrasi di kantor, namun juga harus turun ke laut untuk melaksanakan lidik dan juga melakukan penangkapan terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan tindak pidana di wilayah perairan.

 

Tindak pidana perairan yang sering terjadi di wilayah perairan Kalimantan Timur antara lain  illegal oil, illegal mining, illegal loging, illegal fhising, perompakan dan juga tindak pidana pelayaran. Namun dari banyak tindak pidana tersebut di atas yang paling sering terjadi adalah tindak pidana penyalahgunaan BBM di wilayah perairan.

Untuk itu,  pimpinan memberikan atensi untuk melakukan penindakan terhadap para pelaku-pelaku keliling daerah di Kaltim. Polisi di Polda merupakan barometer kepolisian di daerah-daerah, saya bersyukur berdinas di Dit Polair Polda Kaltim, karena selain suasana kerja yang nyaman saya juga bisa dinas luar ke daerah-daerah seluruh Kalimantan timur bahkan keluar propinsi Kaltim.

 

Tugas menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan Polair hadir juga sebagai peneggak hukum ketika terjadi tindak pidana. Beraneka ragam tindak pidana yang berada di wilayah Kalimantan timur, yang rawan illegal loging antara lain wilayah Balikpapan, samarinda, kukar, kutim, berau, tarakan, bontang, PPU dan juga Pasir.

 

Untuk yang rawan ilegal fhising yaitu Tarakan, Nunukan, Kutim dan Bontang. Sedangkan yang rawan ilegal loging antar lain Kutim, Kukar, Bulungan, Tarakan dan Balikpapan. Dengan keberagaman tindak pidana di masing-masing daerah tersebut. saya dapat bertugas di berbagai wilayah seluruh Kalimantan Timur untuk melakukan pengungkapan kasus-kasus atensi atau kasus yang menjadi program unggulan baik oleh Polda maupun mabes Polri.

 

Selama satu tahun saya (Subdit Gakum Dit Polair) dapat melakukan pengungkapan kasus tindak pidana khusus sekitar 60 kasus, terdiri dari illegal loging, illegal fhising, illegal oil, perompakan dan juga tindak pidana pelayaran.

 

Kasat Reskrim Polres Bulungan Wilayah Utara Kalimantan Wilayah hukum Polres Bulungan terdiri dari Kabupaten Tana tidung dan Kabupaten Bulungan itu sendiri, luas wilayahnya sangat luas terdiri dari lautan dan juga daratan.

 

Wilayah ini juga dikenal dengan wilayah utara Kalimantan yang mana tempat ini dihindari banyak anggota Polri untuk tidak dinas di wilayah Utara dikarenakan tempatnya jauh susah di jangkau dan kondisinya masih tertinggal jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Kalimantan Timur.

 

Hal itu karena kondisi wilayah yang demikian di kedua wilayah ini banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petambak dan petani.

 

Wilayah pertambakan sendiri sangat luas, dan terdiri sekitar 4 ribu orang petambak. Rata-rata masyarakat ini berdomisili di Tarakan dan juga di tanjung selor. Dampak dari kegiatan tambak tersebut adalah banyak nya kasus perampokan (curas) di lokasi tambak. Baik dilakukan dengan modus mendatangi pondok pondok di wilayah tambak maupun dengan di laut ketika para petani tambak perjalanan untuk menjual hasil panen dari tambak.

 

Back To Basic ke Reskrim dengan banyaknya kasus perampokan tambak di wilayah Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung. Sedangkan pengungkapan sangat minim, berbagai usaha untuk melakukan pencegahan dan pengungkapan oleh Polres Bulungan bekerjasama dengan Polres Tarakan dan juga Polres sekitarnya, namun hal ini juga belum dapat mengatasi permasalahan.

 

Kapolda Kaltim dalam anev mingguan bersama Pejabat Utama Polda membahas tentang kejadian perampokan (curas) di wilayah utara Kalimantan yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Akhirnya di cari seorang perwira pertama yang mempunyai Back Ground Polair dan juga Reserse untuk menduduki jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Bulungan.

 

Kebetulan saya memenuhi persyaratan tersebut dan selanjutnya saya ditugaskan untuk menduduki jabatan sebagai Kasat reskrim Polres Bulungan. Harapan besarnya adalah untuk dapat segera melakukan pengungkapan kasus-kasus perampokan (curas) di laut maupun di lokasi tambak.

 

Setelah sertijab disambut dengan Curas Tambak. Sementara acara serah terima dilaksanakan di Aula Polres Bulungan secara sederhana dengan Inspektur Upacara Kapolres Bulungan AKBP Hari Nugroho, Sik.

 

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung di Polres Bulungan serta segera menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan tugas dan Polres Bulungan. Seusai acara Sertijab dan pemberian ucapan selamat atas jabatan baru, lalu  dilaporkan dari piket SPK bahwa ada kejadian perompakan (curas) di laut dengan kerugian sekitar Rp 117 juta, korbannya adalah rombongan dari salah satu perusahaan di tanjung selor.

 

Saya pun di panggil oleh Kapolres untuk segera membentuk tim khusus (Timsus) menangani secara cepat kasus tersebut. Sejak saat itulah saya dan juga jajaran Reskrim mulai bergelut dengan kejadian-kejadian curas di tambak yang memang kasus yang paling trend di wilayah bagian utara kalimantan.

 

Banyak kasus yang terjadi, namun seiring ijin Allah, saya banyak juga melakukan pengungkapan kasus. Tidak banyak kasus Bulungan merupakan wilayah utara Kalimantan Timur, yang mana mata pencarian masyarakat setempat adalah berkebun, petani tambak dan wiraswata.

 

Dengan jumlah penduduk yang sedikit di bulungan tingkat kriminalitasnya di bandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Kalimantan timur juga tergolong rendah. Jika di rata-rata dalam sebulan tindak pidana yang terjadi kurang lebih 10 sampai dengan 15 kasus.

 

Dengan situasi yang relatif aman, maka saya seluruh anggota Polres Bulungan banyak waktu longgar. Untuk itu, saya manfaatkan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti olah raga dan juga silaturahmi dengan para tokoh-tokoh masyarakat setempat.

 

Untuk kegiatan olah raga saya jadwalkan main futsal 2 kali dalam seminggu yakni hari senin dan rabu sore Bersama-sama dengan anggota. Selain itu juga ada jadwal bulu tangkis dengan anggota yang mempunyai hobi main bulu tangkis.

 

Memang harus mencari kesibukan jika tidak ingin kesepian di tempat tugas yang tergolong jauh dari keramaian. Dimekarkan jadi Propinsi Kaltara pada 23 Desember 2013, ini menjadi sejarah baru bagi masyarakat Bulungan dan beberapa kabupaten di wilayah utara Kalimantan.

 

Saat itulah dikukuhkan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri bahwa dibentuknya Propinsi Kalimantan Utara. Kabupaten yang masuk dalam propinsi baru di Indonesia ini Kabupaten Bulungan sendiri sebagai Ibu kota Propinsi Kaltara, Kabupaten Tarakan, Malinau, Tana Tidung, dan Kabupaten nunukan.

Sebagai Ibu kota Propinsi Kalimantan Utara, Bulungan menjadi incaran banyak investor untuk mencari tanah sebagai tempat investasi di Propinsi terbaru di Indonesia ini. Saya sebelumnya sudah mempunyai gambaran jika nanti di kemudian hari bulungan akan menjadi ibu kota Propinsi sesuai kesepakatan para tokoh masyarakat ketika akan dibentuk menjadi Propinsi.

 

Untuk itu, saya mencari tanah-tanah di wilayah kota yang harganya murah untuk investasi masa depan. Alhamdulillah saya ada beberapa kampling tanah di Kota Tanjung Selor dan juga diberi kebun kosong oleh salah satu teman di Jalan ke arah Kabupaten Berau sebanyak 10 Ha bersama-sama dengan rekan rekan Kabag dan Kasat Polres Bulungan.

 

Diacarakan parawell bulu tangkis di awal bulan puasa,  saya mendapatkan TR kepindahan untuk menduduki jabatan baru sebagai Wakasat Reskrim Polresta Samarinda menggantikan Akp Safi’i Nafsikin, SH  SIK.

Smentara saya sendiri di gantikan oleh AKP Zamhuri yang pindah dari Polres Berau. Pada saat serah terima jabatan dilaksanakan sore hari sekaligus buka puasa bersama dan pisah sambut di rumah jabatan Kapolres Bulungan.

 

Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan acara parawell bulu tangkis di gedung Handal Bulungan. Pesertanya adalah seluruh perwira , anggota yang bisa bermain bulu tangkis dan beberapa undangan dari pemda Bulungan serta instansi lainnya.

 

Saya berpasangan dengan anggota Opsnal Reskrim Polres Bulungan Brigadir Antok, kebetulan kami berdua selalu menang dan akhirnya sampai di partai final berhadapan dengan pasangan Kapolres AKBP Turmudi / Erwan (anggota DPRD Tana tidung).

 

Dengan komposisi permainan yang seimbang, saya bermain sangat seru, karena serunya pertandingan berjalan sampai jam 02.00 WITA. Namun akhirnya saya harus mengakui kekuatan lawan sehingga menyerah kalah dengan skor yang tipis 21 - 23 dan 19 - 21.

 

Diantar ke Pelabuhan pada Minggu pagi yang cerah, saya mempersiapkan diri untuk berangkat ke kota Samarinda melalui pelabuhan Speed Boad Kayan I Tanjung Selor. Saya pun sangat terharu saat tiba waktunya untuk memasuki ruang tunggu pelabuhan.

 

Di dalam ruang tunggu sudah berkumpul para pejabat Polres beserta istri, anggota Polres dan keluarga serta Kapolres dan Wakapolres. Sambil menunggu keberangkatan speed saya pun bersendau gurau dengan para anggota Polres Bulungan yang datang ikut mengantar keberangkatan saya ke tempat tugas yang baru.

 

Mengenang masa ketika berdinas di Bulungan yang terasa sangat singkat, tiba-tiba sudah harus pindah tugas ke tempat lain. Walaupun tergolong tempat yang sepi namun bagi saya dan keluarga merupakan tempat yang sangat nyaman, karena selain melaksanakan tugas saya juga bisa memiliki waktu yang banyak untuk berkumpul bersama anakanak dan keluarga.

 

Oleh karena itu, saya dan juga keluarga merasa sangat terkesan dan terkenang selama melaksanakan dinas sebagai Kasat Reskrim Polres Bulungan. Dengan pelukan hangat dari seluruh anggota dan para Kabag , Kasat serta Kapolres,  saya naik ke speed boad yang akan membawanya ke Tarakan.

 

Wakasat Reskrim Polresta Samarinda Buka Puasa bersama. Suasana puasa Ramadhan mengiringi kepindahan saya selaku Kasat Reskrim Bulungan menjadi Wakasat Reskrim Polresta Samarinda. Dengan perjalanan 2,5 jam dari Balikpapan, saya dan keluarga sekitar jam 5 sore sampai di Samarinda.

 

Sesampainya di kota tepian itu, saya dan keluarga langsung menuju lantai 17 hotel Aston untuk mengikuti acara buka puasa bersama dengan Kasat Reskrim, Wakasat Reskrim dan seluruh anggota reskrim beserta keluarga.

 

Acara buka puasa tersebut sekaligus dijadikan acara untuk kenal pamit antara saya dan AKP Safi’i Nafsikin, SH. SIK. MH dengan jajaran Satreskrim Polresta Samarinda.

 

Masuk kuliah Pasca Sarjana Unmul Dengan kesibukan sebagai Wakasat Reskrim Polresta Samarinda, saya berusaha untuk memanfaat waktu dengan sebaik-baiknya, baik di hari-hari kerja maupun hari libur Sabtu dan Minggu.

 

Saat saya masuk ke kota Samarinda bersamaan dengan pembukaan pendidikan Pasca Sarjana di Universitas Mulawarman tidak saya sia-siakan untuk menambah pengetahuan saya ikut mendaftar.

 

Tugas pokok Wakasat Reskrim membantu tugas-tugas Kasat Reskrim diantaranya mengkoordinir pelaksanaan tugas disemua Unit. Pengawasan melekat terhadap anggota dan juga melaksanakan pengawasan terhadap kinerja semua anggota di unit-unit.

 

Di Samarinda memang tingkat kriminalitasnya sangat tinggi jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Polda Kalimantan Timur. Kasus-kasus yang terjadi pun bervariasi mulai dari tindak pidana konvensional, white color crime, sampai tindak pidana berdimensi tinggi.

 

Kasus yang sangat menonjol di antara nya adalah curanmor, pencurian dengan pemberatan, penganiayaan dan juga penipua. Mengapa penipuan termasuk banyak terjadi karena secara geografis hampir semua transaksi kegiatan di Kabupaten sekitar wilayah Samarinda dilakukan di Samarinda.

 

Oleh karena itu tugas Satuan Reskrim Polresta Samarinda cukup berat didalam pengungkapan dan penanganan kasus-kasus tersebut. Namun dengan jumlah anggota dan pengalaman, mereka mampu melaksanakan tugas dengan baik.

 

Pada Maret 2014 mengikuti rangkaian test untuk pendidikan Sespimen dan sejak saat itu saya sebagai Wakasat Reskrim ditunjuk oleh Kapolresta untuk melaksanakan tugas-tugas Kasat Reskrim, sampai pada akhirnya Kasat reskrim masuk pendidikan Sespimen.

 

Sementara  bulan April pejabat Kasat Reskrim belum ada yang mengisi. Bulan Agustus 2014 baru keluar mutasi ada yang mengisi sebagai Kasat Reskrim, yaitu Kompol Slamet Ramelan, SIK, MH. Sehingga selama kurang lebih empat bulan, saya menjadi Pejabat Sementara PS) Kasat Reskrim Polresta Samarinda.

 

Hal itu dapat saya lalui dengan baik karena memang sebelumnya sewaktu sebagai Wakasat sedikit banyak sudah mengetahui apa-apa yang harus dilakukan oleh seorang Kasat Reskrim.

 

Kapolsekta Samarinda Ilir, sebulan menjelang naik pangkat Idealnya enam bulan sebelum naik pangkat personil Polri harus sudah mendapatkan Job jabatan setingkat lebih tinggi untuk naik pangkat, namun waktu terus berlalu dan saya pun alhasil belum mendapatkan Job jabatan untuk naik pangkat.

 

Namun demikian, akhirnya tinggal satu bulan menjelang kenaikan pangkat menjadi Komisaris Polisi (Kompol) baru mendapat promosi jabatan sebagai Kapolsekta Samarinda Ilir. Polsekta Samarinda Ilir sendiri konon merupakan Polsek paling favorit di wilayah Samarinda karena berada di tengah-tengah Kota Samarinda dan membawahi 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Samarinda Kota, Kecamatan Samarinda Ilir dan Kecamatan Sambutan.

 

Dari tingkat kriminalitas juga termasuk salah satu polsek yang tinggi angka kejahatannya. Hal mendasar ketika saya menjadi Kapolsekta adalah tidak imbangnya antara jumlah anggota, luas wilayah dan juga angka kriminalitas yang terjadi. Sehingga untuk mengoptimalkan kinerja dan pelayanan harus memerlukan inovasi dan pemberdayaan anggota secara maksimal.

 

Kegiatan Kapolsek hampir setiap hari saya melakukan komunikasi dengan masyarakat di wilayah polsek yang saya pimpin, melalui sambang dan juga kunjungan terhadap warga dan juga tokoh-tokoh masyarakat.

 

Hal tersebut saya kandung maksud Selain mendekatkan diri dengan warga masyarakat Menggalang semua tokoh agama, tokoh adat dan tokoh-tokoh ormas, ini untuk mempermudah pelaksanaan tugas menjadi Kapolsek maka saya selaku kapolsek melakukan penggalangan terhadap semua tokoh-tokoh adat, agama dan masyarakat serta organisasi kemasyarakatan di wilayah Samarinda Ilir.

 

Karena dengan dibantu oleh semua tokoh maka tugas pokok untuk melaksanakan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat dapat terlaksana dengan lebih mudah. Di kota Samarinda terkenal dengan ormas-ormas yang sangat vocal dan susah dikendalikan namun berkat kegigihan dan pendekatan secara kekeluargaan seluruh ormas keagamaan maupun ormas kemasyarakatan dapat “dirangkul” dan mereka mau bekerja sama dengan Kepolisian Sektor Kota Samarinda Ilir untuk tidak membuah kegaduhan dan bahkan mau membantu Kepolisian dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban dikota Samarinda.

 

Selain itu, selalu kompak dengan 3 Camat dan Danramil Saat didengungkan oleh pimpinan Polri tentang sinergitas antara TNI-Polri disemua tingkatan dalam pelaksanaan tugas, maka saya ditingkat Kecamatan Samarinda Ilir yang berada di tengah-tengah kota Samarinda sudah terlebih dahulu selalu bersinergi dalam tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

 

Tidak hanya dengan bersinergi dengan TNI saja namun juga dengan ketiga Camat yang berada diwilayah hukum kami. Hal tersebut kami perlihatkan mulai dari kegiatan gotong royong bersama masyarakat, TNI-Polri ketika ada musibah tanah longsor, warga terkena musibah termasuk dalam menciptakan keamanan dan ketertiban serta kegiatan-kegiatan lain dilingkup kecamatan.

 

Pada saat kegiatan pilkada Kami selalu Bersama-sama seperti mengecek kesiapan panitia pemungutan suara, logistik pemilu dan lain-lain menjelang pilkada pemilihan Walikota dan wakil walikota Samarinda. Bulu tangkis dan main bola sebagai refresing Selaku aparat kepolisian kami dituntut untuk bekerja keras dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat termasuk penegakan hukum. Namun sebagai manusia biasa tentu kita perlu juga menghilangkan rasa jenuh atas aktivitas dan rutinitas pekerjaan yang dibebankan kepada saya.

 

Pada awal Mei 2016 menjelang puasa, saya pun secara resmi menjabat sebagai Kasat Intelkam Polresta Samarinda. Patah kaki saat bermain sepak bola di stadion kebanggaan Pesut Etam Menghilangkan kebiasaan seseorang yang sudah dilakukan dari kecil memang sangat susah, begitu pula dengan saya. Saya sedari kecil sangat menggemari olah raga sepak bola.

 

Seleksi Sespimen

 

Seleksi Sespimen tingkat pusat Test toefl dan Assessment menunggu ini memang pekerjaan yang paling menjenuhkan itulah kira-kira kalimat yang tepat untuk diungkapkan saat saya menunggu pemanggilan dari Mabes Polri untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. Setelah lama menunggu saya dari Polda Kalimantan Timur menerima STR Kapolri tentang panggilan untuk mengikuti test seleksi tahap pusat. Sebanyak 11 orang yang sebagian besar adalah senior dipanggil ke tingkat pusat.

 

Test Toefl dilaksanakan di kampus Universitas Gunadarma Depok. Test toefl Sespim tahun 2017 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena langsung menggunakan system CAT. Hasilnya pun dapat secara langsung dapat diketahui saat itu juga.

 

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT,  saya dari 11 orang mendapat nilai 417. Keesokan harinya saya melanjutkan test Assessment di lantai 9 Gedung SDM Mabes Polri.

 

Test Assessment terdiri dari 2 bagian yaitu Psykologi dan Permainan. Namun untuk nilainya tidak bisa langsung diketahui dan saya pun kembali ke Kalimantan Timur untuk menunggu pemanggilan. Masuk Sespim di Bumi Maribaya Lembang Bandung Berita yang sangat ditunggu-tunggu oleh peserta test Sespim adalah TR pemanggilan peserta untuk mengikuti Pendidikan Sespim di Lembang Bandung.

 

Saat saya sedang berada di parkiran Mall Balikpapan tiba tiba telepon berdering, setelah saya lihat nama Kasubbag seleksi SDM Polda Kaltim yang sedang meneleponnya. Sungguh sangat mengejutkan karena yang bersangkutan membawa berita yang membahagiakan yaitu tentang pengumuman kelulusan Sespim.

 

Alhamdulillah, saya lulus dengan pemberiaan penghargaan talent scouting untuk mengikuti Pendidikan Sespimen Polri. Selang hanya 2 hari, saya sebagai peserta yang dinyatakan lulus langsung berangkat ke Mabes Polri untuk menerima pembekalan dari As SDM saat itu Irjen Pol Drs. Arief Sulistiyono, Msi.

 

Usai pembekalan sebanyak 250 orang calon peserta didik di Sespim diberangkatkan ke Lembang secara bersama-sama menggunakan Bis. Selama 7 bulan saya dididik dan dibina untuk menjadi calon-calon pimpinan Polri dimasa depan di Lembang Bandung.

 

KKL Sespim napak tilas di Polda Riau menjelang akhir Pendidikan, saya peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diterima di Lembaga Pendidikan dengan melakukan KKL.

 

Bukan suatu kebetulan dan mungkin sudah menjadi suratan saya melaksanakan KKL bertempat di Polda Riau, tempat dimana pertama saya mengabdi sebagai perwira Polri. Saya berkesempatan melaksanakan tugas KKL di Polres Pelelawan, dimana bersebelahan dengan Polres Indragiri Hulu tempat saya berdinas pertama.

 

Menjelang akhir Pendidikan,  saya pun menyempatkan datang di kota Rengat itu. Kondisi sudah berubah menjadi ramai dibandingkan dengan waktu kedatangan saya tahun 2004 kala itu. Kapolres Indragiri hulu dijabat oleh AKBP Arif Bastari, SIK kebetulan pernah dinas bareng di Batam. Sehingga saya sangat bahagia sekali bernostalgia di Kabupaten Indragiri Hulu bertemu Kapolres, adik-adik para Kasat serta anggota dulu yang berdinas bersama-sama.

 

Rumah dinas yang dulu saya tempati bersama istri juga masih terawat dan rapi. Selain ke Polres, saya juga sempat ke Polsek Air Molek tempat saya menjadi Kanit Reskrim pertama kali. Pelantikan dan penempatan di Polda Sulteng dengan suasana kota Lembang yang sangat dingin, sejuk dan asri waktu Pendidikan selama 7 bulan tidak terasa.

 

Selain itu  waktu penutupan Pendidikan serta penempatan pun tiba. Didampingi oleh istri saya tercinta, saya mengikuti acara pelantikan dan penempatan dengan seksama. Rasa dag dig dug dalam hatipun selalu menyertai dalam ruangan tersebut.

 

Begitu dipanggil ke atas panggung, saya menerima ucapan selamat dari Kalemdikpol sekaligus menerima Map yang isinya ijazah dan Skep penempatan. Ketika turun panggung Map saya suruh membuka istri dan betapa terkejutnya karena mendapat skep penempatan di Polda Sulawesi Tengah. Dimana Polda yang terkenal karena konflik dan merupakan zona merah tempat kelompok radikal/terorisme terutama di Kabupaten Poso.

 

Saya lulusan Sespimen angkatan 57 yang mendapat tugas baru di Polda Sulteng sebanyak 6 orang yaitu AKBP Dedi Suryadi (Jabar), Hendro Purwoko (Jateng), Bayu Wicaksono (Jatim), Zulham E. Lubis (Yogya) dan Bagus Setiyawan (Kalteng). Kesan pertama di Kota Palu, setelah menjalani libur usai Pendidikan, bersama rekan-rekan yang penempatan di Polda Sulawesi Tengah, saya beserta  6 orang pada awal bulan Nopember 2017 berangkat ke Palu.

 

Kota Palu merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah yang berbatasan dengan 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Donggala, Sigi dan Parimo. Setelah penghadapan ke SDM Polda Sulteng, saya melakukan orientasi ke Satker-Satker dan ke beberapa wilayah sekitar Palu seperti, Sigi, Donggala serta Parimo.

 

Sungguh diluar dugaan orang selama ini yang menyatakan bahwa di Sulteng itu mencekam, susah dan menakutkan. Ternyata saya mendapati Kota Palu itu sangat indah. Mulai dari pantai, pegunungan, dan juga kulinernya. Bahkan pantai Tanjungkarang Kabupaten Donggala ternyata sangat terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya baik terumbu karangnya, pemandangannya maupun keanekaragaman ikan-ikannya.

 

Tidak hanya itu Kota Palu, Sigi dan Donggala juga bisa menjadi detinasi kuliner bagi yang mempunyai hobi makan kayak saya. Hehehee… Diantaranya ada banyak macam makanan yang membuat saya menelan ludah jika diceritakan.

 

Ada aneka masakan sea food baik yang di bakar, goreng, berkuah dengan berbagai macam sabalnya, kepala Domba dan yang paling khas di tanah Kaili adalah makanan KALEDO (kaki lembu donggala) Palu menjadi destinasi rute Gowes MTB yang menantang dengan kondisi geografis yang banyak pegunungan membuat Palu dan sekitarnya menjadi lokasi yang tepat dan menantang bagi para Gowesser khususnya MTB.

 

Banyak rute yang indah jika dilalui, seperti rute dari kota Palu ke Paralayang, mantatimali, danau lindu, air terjun wiera, air panas sigi, Parigi, pusat laut, pantai timur, donggala dll.

Pendek ceritera, Kasubdit Gakum Dit Polairud Polda Sulteng menjadi Kasubdit pertama di angkatan 2003 tidak terlalu lama saya melakukan orientasi di Kota Palu, saya Lulusan Sespim tahun 2017 ditempatkan di Satker Polda.

 

Saya diberikan amanah menjadi Kasubdit Gakum Dit Polairud Polda Sulawesi Tengah. Saya cukup berbangga hati karena saya menjadi seorang Kasubdit Pertama di angkatan saya lulusan Akpol 2003. Subdit Gakum Dit Polair mempunyai tugas melakukan penyelidikan dan juga penyidikan tindak pidana khususnya di wilayah perairan.

 

Kemudian dipercaya untuk  mengemban tugas di Koorspripim Kapolda Sulteng, ini merupakan pengalaman baru menjadi staf Pada saat pergantian Kapolda Sulteng dari Brigjen Pol Drs. Rudy Sufahriyadi. MM. Msi ke Brigjen Pol Drs. I Ketut Argawa. SH. MH. MM.

 

Ketika akan melaksanakan serah terima Kapolda Sulteng di Mabes Polri pada 9 Januari 2018, saya di perintahkan untuk merapat langsung dengan Kapolda yang baru sebagai Koorspripim Kapolda Sulteng. Merupakan pengalaman dinas baru sebagai pembantu Pimpinan ditingkat Polda.

 

Pengetahuan tentang protokoler tidak banyak yang saya ketahui, sehingga saya ekstra keras untuk segera menyesuaikan dengan tugas baru sebagai Koorspripim. Dengan didukung bantuan para staff Spripim di Polda Sulteng yang mumpuni dan berpengalaman, saya pun mulai dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas sebagai Koorspipim Kapolda dengan baik.

 

Tergabung dalam Ops Tinombala 2018 Konflik yang terjadi di Philipina Selatan berdampak pada aktifitas kelompok radikal yang berada di Kabupaten Poso mengingat Propinsi Sulawesi tengah berbatasan dengan negara Philipina.

Paham radikalisme dan terorisme ( kelompok JAT Poso ) merencanakan menjadikan Poso sebagai qoidah amanah Negara Islam, keberadaan JAT Poso diketuai oleh Ustadz Yasin, sebagai cikal bakal tanzim jihad Negara Islam.

 

Pengalaman saat berdinas di Kepolisian cukup banyak, sehingga pendek ceritera, bahwa keluarlah TR kepindahan saya dari Pamen Polda Sulteng ke Pamen Polda Jatim keluar. Alhamdulillah Yaa Allah saya di berikan kemudahan untuk bersama keluarga di Jawa Timur. (mbah/bersambung)

Publisher By : BIDHUMAS POLDA JATIM

0 Komentar