Ditpolair Polda Jatim Amankan Nelayan Pencari Ikan Gunakan Bondet, Satu Diantara 9 Nelayan Tertembak dan Satu Lagi Positif Covid

featured image
Surabaya (Tribratanews.jatim.polri.go.id) -  Anggota Ditpolairud Polda Jatim melakukan rutinitas patroli, yang saat itu  kebetulan di Perairan Kangean, Madura.



Saat melakukan patroli itulah mendapati kapal nelayan yang sedang mencari atau menangkap ikan menggunakan bom ikan (bondet) di perairan tersebut.

Mengetahui hal itu, kapal patroli Ditpolairud segera melakukan pengejaran terhadap kapal nelayan penangkap ikan gunakan bondet.  Sementara kapal nelayan yang ditumpangi 9 orang mengetahui kalau dikejar oleh kapal patroli, maka saat itu juga kabur.

Begitu kabur dikejar “bak adegan film action” inilah tiba tiba satu diantara 9 penumpang kapal nelayan nekat melempar bondet kearah kapal patroli. Mengetahui hal ini, petugas segera melakukan tindakan terukur. Akibatnya, satu diantara mereka tersungkur terkena timah panas.

Pendek kata, akhirnya kapal nelayan berhasil diamankan termasuk 9 penumpang warga Sapeken Sumenep Madura. Sedang yang terkena tembak segera dilarikan ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan intensif.

Sedangkan 8 orang yang amankan dilakukan swab. Dari hasil swab, ternyata satu diantara 8 orang positif Covid, yang akhirnya dievakuasi di Rumah Sakit. Usai dimintai keterangan, mereka tidak ditahan, melainkan terkena wajib lapor.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Kamis (10/2/2022) membenarkan peristiwa tersebut.

“ Jadi saat kapal patroli Ditpolair Polda Jatim melakukan patroli di perairan Kangean mendapati nelayan yang menangkap ikan menggunakan bondet. Kemudian saat akan dilakukan penangkapan, salah satu dari mereka melemparkan bondet ke arah petugas. Sehingga dilakukan tindakan terukur mengenai satu ini lalu segera menjalani perawatan di RS Bhayangkara Surabaya,” ujarnya.

 

Dikatakan,  usai dilakukan swab antigen, ternyata satu orang terkonfirmasi positif Covid dan masih menjalani isolasi di Rumah Sakit. Sehingga petugas belum bisa meminta keterangan terhadap yang bersangkutan.

 

“Sedangkan, 8 orang lainnya, sudah kami periksa dan kini sudah kami pulangkan, tapi kami kenakan wajib lapor,” lanjutnya.

 

Sementara barang bukti yang diamankan berupa kapal nelayan beserta alat selamnya. Sedangkan barang bukti bondetnya, ada yang dibuang ke laut oleh mereka, dan ada juga yang dilemparkan ke kapal petugas, sehingga sempat mengenai buritan kapal.

 

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi menggunakan bondet untuk mencari ikan. Karena, selain dapat merusak ekosistem, daya ledaknya itu dapat membahayakan diri sendiri,” pungkas Kombes Gatot. (mbah)

 

Publisher By : BIDHUMAS POLDA JATIM

0 Komentar