Antisipasi Lonjakan Kasus Covid, Polda Jatim Pastikan Kesiapan Tempat Isoter di Pasuruan

featured image
Pasuruan (Tribratanews.jatim.polri.go.id) - Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim. Kamis siang (10/2/2022), melakukan pengecekan vaksinasi di Taman Dayu, Pasuruan. Sekaligus mengikuti jalannya vaksinasi massal lanjutan booster serentak, yang di pimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara virtual.



Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta bersama Forkopimda Kabupaten Pasuruan, menggelar vaksinasi baik tahap 2 dan 3, jenis Sinovac dan Astrazaneca sebanyak 200 dosis.

 

Kapolda menyampaikan, setelah mengikuti vaksinasi massal lanjutan booster serentak, dengan Kapolri. Ada 3 hal penting yang di sampaikan.

Yang pertama terkait dengan pemeriksaan protokol kesehatan, baik di tempat-tempat keramaian, seperti hotel, restoran, pasar dan tempat-tempat wisata.

 

"Ada dua aspek yaitu penegakan protokol kesehatan itu sendiri dengan memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan juga aplikasi peduli lingkungani," jelasnya.

 

"Untuk itu dari Polda dan Polres kemarin mungkin Pak Bupati, Pak Dandim, juga mengikuti bahwa kita membentuk Pamor Keris. Pamor Keris adalah Patroli Motor Penegak Protokol Kesehatan di Masyarakat. Nanti tolong sinergi terus dilaksanakan, sehingga masyarakat betul-betul tetap melaksanakan kegiatan, tapi protokol kesehatan dilaksanakan, itu strategi pertama," paparnya.



Selanjutnya yang kedua Kapolda menyampaikan, terkait dengan peningkatan vaksinasi yang berlangsung di Taman Dayu ini, menurutnya vaksinasi di Kabupaten Pasuruan sudah bagus, hanya vaksinasi lansia yang perlu di tingkatkan.

 

"Memang arahan dari Bapak Kapolri mungkin juga Pak Bupati ngikut, Pak Presiden menyampaikan, kalau lansia itu sangat rentan terkena, tapi kalau divaksin mungkin dia akan lebih kuat, bisa kembali sehat," ucapnya.

 

Untuk vaksin ini jumlah vaksin yang dimiliki dengan data masyarakat yang sudah divaksin dan belum, tadi ada saran untuk Disdukcapil dengan Dinkes Bersinergi, untuk mengetahui masyarakat mana yang sudah divaksin dan mana yang belum.

“Kita tidak mencari-cari. Jadi langsung mengetahui, karena data dari tiker yang ada nyambung ke dinas kesehatan  itu bisa mengetahui usia masyarakat, misalkan lansia atau anak-anak yang belum divaksin. Itu strategi kedua," ujarnya.

 

Untuk strategi ketiga adalah, menyiapkan tempat Isolasi Terpusat (Isoter). Sementara, Bupati Pasuruan telah menyiapkan dua tempat, di BLK dan SKP.



"Saya lihat totalnya ada 403 yang sudah disiapkan. Di luar 24 kecamatan, ada 279 tempat disotek. Jadi masing-masing kecamatan sudah menyiapkan isoter. Jadi total 279 dan yang terbaru kami menyiapkan Rusunawa milik Polres, dan sudah di lengkapi," lanjut Kapolda.

 

"Kalau dari secara keseluruhan, Jawa Timur ini isoternya 6400  hasil rapat kemarin. Nanti bisa bertambah dengan kelurahan yang sudah disiapkan. Jadi kalau orang yang kena, tidak ada gejala dan ringan, jangan dimasukkan di rumah sakit, kafena Isoter telah menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan," tandasnya.

 

Lanjut Kapolda, terkait dengan Isoter ini kalau melihat data dan angkanya maka akan ada pelonjakan di awal atau pertengahan Maret, angkanya bisa 100% perkiraan, sehingga betul-betul kesiapan isoter menjadi bagian penting dari strategi penanganan covid.

 

"Jadi kalau sekarang sudah ada 279. Kemudian ada 124 milik Kabupaten di BLK dan SKB totalnya 403. Jadi kalau rata-rata di Pasuruan angkanya mungkin positifnya 5 atau 10, dengan jumlah 403 ini, insyaallah bisa tertangani, tinggal nanti disiapkan yang kelurahan. Sehingga masyarakat tidak langsung ke Isoter tapi kelurahan," pungkas Kapolda Jatim usai melakukan pengecekan vaksinasi lansia.

 

Perlu di ketahui, saat ini Polda Jatim juga menggelar vaksinasi di 71 titik dengan menyiapkan 22.199 dosis vaksinasi, yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam membentuk herd immunity di Jawa Timur. (mbah*)

Publisher By : BIDHUMAS POLDA JATIM

0 Komentar